Keputusan kontroversial seorang CEO yang sempat memicu kemarahan publik setelah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akhirnya berbuntut panjang. Pemimpin perusahaan yang viral karena memberhentikan sekitar 900 karyawannya hanya melalui panggilan video Zoom tersebut, kini dilaporkan telah resmi dicopot dari jabatannya.
Langkah tegas ini diambil setelah tindakan sang mantan CEO menuai gelombang kritik keras dari masyarakat luas. Posisi kepemimpinan di perusahaan tersebut kini telah diserahkan kepada sosok pengganti baru yang diharapkan mampu memulihkan situasi dan membawa perubahan bagi organisasi.
Kronologi PHK Massal Lewat Zoom yang Menuai Sorotan
Sebelum keputusan pemecatan ini diumumkan, sang CEO sempat menjadi pusat perhatian global akibat metode pemberhentian kerja yang dinilai tidak berempati. Melalui sebuah panggilan video singkat di platform Zoom, ia secara mendadak mengumumkan pemotongan hubungan kerja kepada ratusan stafnya secara bersamaan.
Situasi tersebut kian diperparah karena keputusan PHK massal terhadap 900 karyawan tersebut dilakukan sesaat sebelum perayaan Natal. Momentum yang dinilai sangat tidak tepat ini langsung memicu reaksi negatif dan kecaman di berbagai platform media sosial.
Langkah Tegas Perusahaan dan Pergantian Kepemimpinan
Menyusul kegaduhan publik dan dampak reputasi yang menimpa korporasi, pihak internal akhirnya mengambil keputusan krusial. Mantan CEO tersebut kini telah resmi dipecat dari jabatannya dan tidak lagi memimpin operasional perusahaan.
Pihak manajemen kini telah menunjuk pemimpin baru untuk menggantikan posisi tersebut. Langkah pergantian ini diharapkan dapat memulihkan iklim kerja internal perusahaan serta membangun kembali hubungan yang lebih baik dengan para karyawan dan publik pasca-insiden kontroversial tersebut.
Artikel ini disadur dan ditulis ulang. Sumber: inet.detik.com












