Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) sukses menggelar Musyawarah Ranting (Musran) di Desa Tangga Barito, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo. Dalam forum pengambilan keputusan tersebut, Wilan Kuuna secara resmi terpilih untuk menahkodai kepengurusan Ranting PDI Perjuangan Desa Tangga Barito untuk periode masa bakti 2025–2030.
Konsolidasi organisasi di tingkat desa ini merupakan agenda penting bagi partai dalam memperkuat struktur kepengurusan hingga ke akar rumput. Keberhasilan pelaksanaan Musran ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan mesin partai menghadapi berbagai agenda organisasi di masa mendatang.
Musran Tangga Barito Berlangsung Tertib dan Penuh Semangat
Pelaksanaan Musyawarah Ranting di Desa Tangga Barito ini dilaporkan berjalan dengan sukses, tertib, dan penuh semangat dari seluruh peserta yang hadir. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas kader PDI Perjuangan tercermin sepanjang jalannya musyawarah untuk mufakat tersebut.
Forum ini tidak hanya berfokus pada suksesi kepemimpinan, melainkan juga menjadi wadah silaturahmi sekaligus konsolidasi bagi para kader di tingkat desa. Wilan Kuuna yang dipercaya memimpin ranting untuk periode lima tahun ke depan diharapkan mampu membawa energi baru bagi pergerakan partai di wilayah tersebut.
Struktur Ranting sebagai Ujung Tombak Partai
Dalam struktur organisasi PDI Perjuangan, kepengurusan tingkat Ranting yang berkedudukan di tingkat desa atau kelurahan memiliki peran yang sangat vital. Pengurus ranting bertindak sebagai ujung tombak yang berinteraksi langsung secara harian dengan konstituen dan masyarakat umum.
Dengan resminya Wilan Kuuna menjabat sebagai Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Tangga Barito periode 2025–2030, koordinasi ke tingkat yang lebih tinggi diharapkan semakin solid. Hal ini mencakup komunikasi intensif dengan Pengurus Anak Cabang (PAC) di tingkat Kecamatan Dulupi serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan di tingkat Kabupaten Boalemo.
Langkah konsolidasi yang berjalan lancar di Desa Tangga Barito ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi desa-desa lain di Kecamatan Dulupi dalam menyelesaikan agenda serupa dengan mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat demi kemajuan organisasi bersama.










