Arsenal Football Club telah lama dikenal sebagai raksasa di kancah sepak bola Inggris, terutama dalam ajang Piala FA yang bergengsi. Dengan koleksi 14 trofi, The Gunners kokoh sebagai tim tersukses dalam sejarah kompetisi tertua di dunia tersebut.
Namun, di balik dominasi historis yang gemilang itu, tersimpan sebuah fakta menarik yang tak bisa diabaikan. Sejak mengangkat trofi Piala FA terakhirnya pada tahun 2020, lemari piala Arsenal belum lagi terisi oleh gelar-gelar baru, memicu pertanyaan di kalangan penggemar dan pengamat.
Arsenal: Takhta Tak Tergoyahkan di Piala FA
Arsenal bukan sekadar partisipan biasa di Piala FA; mereka adalah simbol dari sejarah dan tradisi kompetisi ini. Dengan 14 kemenangan, mereka unggul jauh dari rival terdekatnya, Manchester United, yang mengoleksi 12 gelar.
Era kepelatihan Arsene Wenger khususnya, menjadi masa keemasan bagi Arsenal di Piala FA, di mana ia berhasil mempersembahkan tujuh trofi. Ini menunjukkan betapa kentalnya DNA kemenangan di kompetisi ini melekat pada klub London Utara tersebut.
Sejarah Kemenangan yang Mentereng
Kemenangan pertama Arsenal di Piala FA terjadi pada tahun 1930, diikuti oleh serangkaian kesuksesan di berbagai dekade. Dari era Herbert Chapman hingga George Graham, Piala FA seringkali menjadi penawar dahaga gelar bagi The Gunners.
Setiap trofi memiliki cerita tersendiri, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas klub. Piala FA bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan ajang untuk menunjukkan karakter dan daya juang tim.
Momen Terakhir Kemenangan: Piala FA 2020 di Bawah Mikel Arteta
Piala FA musim 2019/2020 akan selalu dikenang sebagai penanda penting bagi Arsenal, sekaligus trofi terakhir yang mereka raih hingga kini. Di bawah asuhan manajer baru, Mikel Arteta, tim berhasil menyingkirkan Chelsea di partai final.
Pertandingan yang digelar di Wembley tanpa penonton karena pandemi Covid-19 ini berakhir dengan skor 2-1 untuk Arsenal. Pierre-Emerick Aubameyang menjadi pahlawan dengan dua golnya, mengukuhkan dominasi Arsenal di kompetisi tersebut.
Kemenangan ini terasa sangat emosional, menandai trofi pertama Arteta sebagai manajer. Momen itu memberikan harapan baru bagi masa depan klub, seolah menjadi awal dari era kebangkitan Arsenal.
Misteri Puasa Gelar Sejak 2020: Antara Prioritas dan Tantangan
Tiga musim penuh setelah kemenangan 2020, Arsenal belum juga mampu menambah koleksi trofinya. Ini menjadi pertanyaan besar, terutama mengingat performa mereka yang semakin menanjak di Premier League.
Beberapa faktor disinyalir menjadi penyebab “kekeringan” gelar ini. Mulai dari pergeseran prioritas klub hingga tantangan kompetisi yang semakin ketat di sepak bola Inggris, semuanya berkontribusi.
Pergeseran Prioritas dan Fokus Liga Premier
Salah satu alasan utama di balik mandeknya gelar adalah pergeseran prioritas klub di bawah Mikel Arteta. Setelah beberapa musim terseok-seok, Arsenal kini memiliki ambisi besar untuk kembali bersaing di papan atas Liga Premier dan Liga Champions.
Investasi besar pada pemain muda berbakat dan strategi pembangunan tim jangka panjang menunjukkan fokus utama kini adalah konsistensi di liga. Piala FA, meski bergengsi, mungkin tidak lagi menjadi tujuan utama nomor satu bagi klub.
Perjalanan Arsenal di Piala FA Pasca-2020:
- Musim 2020/2021: Arsenal tersingkir di babak keempat oleh Southampton dengan skor 1-0.
- Musim 2021/2022: The Gunners harus angkat koper lebih awal di babak ketiga setelah dikalahkan Nottingham Forest 1-0.
- Musim 2022/2023: Manchester City menghentikan langkah Arsenal di babak keempat dengan kemenangan 1-0.
- Musim 2023/2024: Kekalahan tipis 2-0 dari Liverpool di babak ketiga mengakhiri perjalanan mereka.
Data ini jelas menunjukkan bahwa setelah 2020, Arsenal kesulitan untuk melangkah jauh di kompetisi ini. Rotasi pemain sering dilakukan, mengindikasikan bahwa fokus tim memang terbagi dalam menghadapi jadwal padat.
Ketatnya Persaingan dan Dominasi Tim Lain
Sepak bola Inggris telah berubah drastis dalam dekade terakhir. Munculnya Manchester City sebagai kekuatan dominan dan konsistensi Liverpool telah menaikkan standar kompetisi secara keseluruhan.
Untuk memenangkan trofi di Inggris, kini dibutuhkan skuad yang sangat dalam. Tim juga harus mampu bersaing di beberapa front sekaligus, yang mungkin belum dimiliki Arsenal di fase pembangunannya.
Pengaruh Mental dan Tekanan
Meski tidak secara langsung menjadi penyebab, tekanan untuk mengakhiri puasa gelar juga bisa mempengaruhi performa. Setiap kekalahan di kompetisi piala selalu menjadi sorotan, terutama bagi klub sebesar Arsenal.
Namun, perkembangan tim di Liga Premier menunjukkan mentalitas pemenang sedang dibangun secara perlahan. Mungkin hanya masalah waktu sebelum mentalitas itu membuahkan hasil di kompetisi piala lagi, bahkan Liga Premier.
Melihat ke Depan: Mengakhiri Penantian dan Membangun Legasi Baru
Meski puasa gelar piala domestik, Arsenal menunjukkan progres luar biasa di bawah Mikel Arteta. Musim demi musim, mereka semakin dekat dengan puncak Premier League, bahkan memimpin klasemen untuk sebagian besar waktu.
Pertanyaan besar yang muncul adalah, kapankah Arsenal akan kembali mengangkat trofi? Akankah mereka mengorbankan salah satu kompetisi untuk memastikan gelar, atau mampukah mereka bersaing di semua lini?
Pentingnya Gelar untuk Proyek Arteta
Bagi proyek Mikel Arteta, meraih trofi sangat vital, terlepas dari kompetisinya. Sebuah gelar dapat menjadi katalis, memberikan kepercayaan diri ekstra bagi skuad muda dan membuktikan bahwa kerja keras mereka membuahkan hasil.
Trofi juga akan mengakhiri spekulasi tentang kemampuan tim ini untuk memenangkan sesuatu. Selain itu, hal ini akan mengokohkan posisi Arteta sebagai manajer yang bisa memberikan kesuksesan yang diidamkan para penggemar.
Warisan dan Ekspektasi
Sebagai “Raja Piala FA”, ekspektasi terhadap Arsenal untuk selalu berprestasi di kompetisi ini akan selalu tinggi. Mungkin ini adalah saatnya bagi The Gunners untuk kembali membuktikan bahwa dominasi mereka bukan hanya sejarah, tetapi juga masa kini dan masa depan.
Kini, tantangannya adalah bagaimana mengelola ambisi di Liga Premier dan Liga Champions. Tanpa melupakan pentingnya kompetisi piala domestik, potensi untuk kembali berjaya di Piala FA selalu ada dengan skuad yang semakin matang.
Jadi, meskipun Arsenal masih menjadi pemegang rekor trofi Piala FA terbanyak, perjalanan mereka sejak kemenangan 2020 telah menjadi periode refleksi dan pembangunan kembali. Para penggemar tentu berharap bahwa penantian ini tidak akan berlangsung terlalu lama, dan The Gunners akan segera menambahkan trofi ke-15 ke koleksi legendaris mereka.












