Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Penyerang Sumatran Siap Kuasai Bahasa Indonesia: Ikatan Erat Demi Klub Impian

Avatar of Mais Nurdin
7
×

Penyerang Sumatran Siap Kuasai Bahasa Indonesia: Ikatan Erat Demi Klub Impian

Sebarkan artikel ini
Penyerang Sumatran Siap Kuasai Bahasa Indonesia Ikatan Erat Demi Klub Impian

Ole Romeny Bertekad Belajar Bahasa Indonesia: Balasan Cinta untuk Suporter Timnas

Ole Romeny, penyerang anyar Timnas Indonesia yang kini membela Oxford United, mengungkapkan tekadnya untuk mempelajari Bahasa Indonesia. Keputusan ini lahir dari rasa kagum dan terima kasih mendalam kepada suporter Garuda yang memberikan sambutan luar biasa sejak kedatangannya di Tanah Air. Antusiasme yang melimpah ini mendorong Romeny untuk membalas cinta tersebut dengan mempelajari bahasa negara yang ia bela.

Pemain berusia 25 tahun ini, yang memiliki darah keturunan Indonesia dari sang nenek, merasakan ikatan emosional yang kuat dengan para penggemar. Sambutan hangat di bandara, momen debut yang berkesan, serta atmosfer stadion yang magis, semuanya menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Romeny.

Kisah Cinta Romeny dan Suporter Indonesia

  • Penyerang Oxford United, Ole Romeny, berencana mempelajari Bahasa Indonesia.
  • Romeny terkesan dengan sambutan luar biasa dari suporter Timnas.
  • Debutnya di SUGBK dengan gol ke gawang Bahrain memberikan pengalaman tak terlupakan.
  • Romeny mengaku terkejut dengan sambutan yang ia terima dari suporter Indonesia. Ia belum pernah mengalami antusiasme serupa sepanjang karirnya sebagai pemain sepak bola. Momen kedatangannya di bandara dipenuhi oleh ribuan penggemar yang menyambutnya dengan haru.

    “Saya belum pernah mengalami kegilaan seperti itu,” ungkap Romeny dalam wawancara dengan media Belanda, De Gelderlander.

    Ia menceritakan pengalamannya saat tiba di bandara Indonesia.

    “Saya ingat semua orang yang datang menemui saya di bandara, saya melihat orang-orang menangis,” kenangnya.

    Debut Impian di SUGBK

    Debut Romeny bersama Timnas Indonesia semakin sempurna dengan gol yang ia cetak ke gawang Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Atmosfer stadion saat itu benar-benar magis dan tak terlupakan baginya.

    Ia menggambarkan pengalaman bermain di SUGBK dengan penuh kekaguman.

    “Atmosfernya seperti De Kuip (markas Feyenoord) dikali tiga,” ujarnya takjub.

    Makna Selebrasi Gol yang Khas

    Selain aksi di lapangan, Romeny juga memiliki makna khusus dalam selebrasi golnya. Ia selalu melakukan selebrasi dengan tangan di bawah dagu dan kepala tegak. Selebrasi ini menjadi ciri khas yang mudah dikenali oleh para penggemar.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *