Ole Romeny, penyerang Timnas Indonesia, membagikan kisah pilu tentang cedera yang nyaris mengakhiri karier sepak bolanya. Insiden yang terjadi dalam laga Piala Presiden 2025 menjadi mimpi buruk bagi Romeny. Tekel keras dari pemain lawan mengakibatkan patah tulang metatarsal, memaksa sang pemain menjalani operasi dan masa pemulihan yang panjang.
Kisah ini menjadi pengingat akan kerasnya dunia sepak bola dan bagaimana cedera dapat mengubah arah karier seorang pemain. Romeny, yang dikenal dengan bakatnya, harus berjuang keras untuk kembali ke lapangan hijau setelah cedera yang dialaminya. Perjuangan dan ketangguhannya dalam menghadapi cobaan ini patut diacungi jempol.
Kronologi Cedera Ole Romeny
Pemicu Cedera: Tekel Brutal di Piala Presiden
Insiden yang mengubah karier Ole Romeny terjadi saat ia membela Oxford United dalam turnamen Piala Presiden 2025. Pertandingan tersebut menjadi saksi bisu dari pelanggaran keras yang dilakukan oleh Paulinho. Tekel tersebut berdampak sangat serius bagi kondisi fisik Romeny.
Dampak Cedera: Patah Tulang Metatarsal dan Operasi
Benturan fisik yang keras mengakibatkan patah tulang metatarsal pada kaki Romeny. Kondisi ini memaksa tim medis untuk segera mengambil tindakan operasi. Selain rasa sakit fisik yang luar biasa, insiden ini juga meninggalkan beban mental bagi sang pemain.
Masa Pemulihan: Perjuangan Panjang untuk Kembali
Romeny harus menepi dari lapangan hijau dalam waktu yang cukup lama untuk menjalani masa pemulihan. Ia harus melewati masa-masa sulit, menyaksikan rekan setimnya bertanding dari pinggir lapangan. Ketangguhan mentalnya diuji dalam proses pemulihan yang panjang ini.
Pengakuan Ole Romeny tentang Cedera
Ole Romeny menceritakan secara detail tentang cedera yang dialaminya saat bermain di Indonesia. Ia mengungkapkan betapa berbahayanya tekel yang diterimanya dari mantan pemain Arema FC tersebut.
“Ketika itu, kaki saya patah di Indonesia karena tekel yang sangat mematikan,” ujar Ole Romeny.
Perbandingan Cedera: Lebih Parah dari Sebelumnya
Romeny menjelaskan bahwa cedera patah tulang metatarsal kali ini terasa jauh lebih berat dibandingkan cedera yang pernah ia alami sebelumnya. Ia harus menjalani operasi untuk memulihkan cedera tersebut.
“Tulang metatarsal saya patah. Saya pernah mengalaminya sebelumnya, tetapi kali ini sampai harus menjalani operasi,” jelasnya.












