Jakarta, Suara.com – Javier Zanetti, legenda hidup Inter Milan yang kini menjabat sebagai wakil presiden klub, mengungkap alasan kuat di balik kesetiaannya yang tak tergoyahkan terhadap Nerazzurri. Di tengah godaan dari klub-klub besar Eropa, Zanetti memilih untuk tetap setia membela panji Inter Milan, sebuah keputusan yang sarat makna dan cerita.
Kisah cinta Zanetti dengan Inter Milan dimulai pada tahun 1995. Sejak saat itu, ia menjelma menjadi simbol kesetiaan dan dedikasi, menorehkan tinta emas dalam sejarah klub. Keputusannya untuk menolak tawaran menggiurkan dari klub-klub Inggris dan Spanyol menjadi bukti kecintaannya yang mendalam terhadap Nerazzurri.
Alasan Kesetiaan Javier Zanetti di Inter Milan
Kecintaan Mendalam Terhadap Klub
Zanetti menegaskan bahwa Inter Milan adalah klub yang dicintainya. Hal ini menjadi alasan utama di balik keputusannya untuk menolak tawaran dari klub lain dan memilih tetap membela Nerazzurri.
“Inter adalah klub di hati saya, klub yang saya cintai,” ujar Zanetti.
Keinginan Meninggalkan Jejak Sejarah
Zanetti memiliki keinginan kuat untuk meninggalkan jejak sejarah di Inter Milan. Ia ingin menjadi bagian dari perjalanan klub, dari masa ke masa, dan memberikan kontribusi nyata bagi kejayaan Nerazzurri.
“Saya mendapat tawaran dari Spanyol dan Inggris, tetapi saya memilih bertahan karena ingin meninggalkan jejak di institusi ini,” tambahnya.
Keyakinan Pada Pengorbanan Presiden Moratti
Zanetti percaya penuh pada pengorbanan yang dilakukan oleh mantan presiden Inter Milan, Massimo Moratti. Ia yakin bahwa Moratti melakukan segalanya demi kesuksesan klub.
“Saya tahu presiden saat itu melakukan pengorbanan luar biasa agar Inter bisa meraih gelar-gelar penting. Dan waktu membuktikan bahwa keputusan itu benar,” kata Zanetti.
Treble Winner 2010 Bukti Keputusan Tepat
Kepercayaan Zanetti terhadap Moratti terbukti pada musim 2010. Inter Milan berhasil meraih treble winner yang bersejarah, dengan meraih gelar Scudetto, Liga Champions, dan Coppa Italia.
Zanetti menjadi kapten tim pada saat itu, memimpin rekan-rekannya meraih puncak kejayaan. Di antara rekan setimnya adalah Cristian Chivu.
Dukungan Terhadap Cristian Chivu
Keyakinan Pada Kemampuan Chivu
Kini, Cristian Chivu kembali ke Inter Milan sebagai pelatih kepala. Zanetti memberikan dukungan penuh terhadap mantan rekannya tersebut.
Zanetti menilai bahwa Chivu memiliki potensi besar untuk sukses sebagai pelatih.
“Saya sangat senang karena Cristian pantas mendapatkan kesempatan ini. Bahkan saat masih menjadi rekan setim, dia sudah terlihat sebagai pemain yang sangat cerdas,” tutur Zanetti.
Zanetti juga menambahkan bahwa Chivu memiliki kemampuan untuk berkembang sebagai pelatih.
“Sekarang dia mendedikasikan dirinya sebagai pelatih. Kami semua senang dan bangga dia memimpin tim ini. Sejak dulu sudah jelas bahwa dia punya kemampuan untuk berkembang sebagai pelatih,” tambahnya.
Harapan untuk Masa Depan
Meski Inter Milan menutup tahun 2025 tanpa trofi, Zanetti tetap optimis dengan masa depan klub di bawah kepemimpinan Chivu. Ia yakin bahwa Nerazzurri akan kembali meraih kejayaan di masa mendatang.












