Tottenham Hotspur sedang mempertimbangkan masa depan manajer mereka, Thomas Frank, meskipun belum ada keputusan akhir yang diambil. Laporan terbaru menyebutkan bahwa klub London Utara ini sedang aktif menjajaki opsi alternatif untuk posisi pelatih kepala.
Kekalahan terbaru Tottenham dari West Ham United dengan skor 2-1 semakin memperburuk situasi tim yang saat ini terdampar di peringkat 14 Liga Premier. Dengan hanya mengoleksi 27 poin dari 22 pertandingan, performa Spurs menuai kritik tajam, memicu seruan agar Thomas Frank segera diganti.
Penunjukan Frank pada musim panas lalu, jika harus diakhiri dalam waktu singkat, akan menjadi indikasi buruk mengenai ketidakpastian arah klub. Perubahan manajer di tengah musim seringkali dihadapkan pada tantangan ketersediaan pelatih pengganti yang ideal.
Meskipun Xabi Alonso saat ini menganggur setelah didepak dari Real Madrid, belum ada kepastian apakah ia akan langsung kembali ke dunia kepelatihan. Oliver Glasner, pelatih Crystal Palace, juga dikabarkan berselisih dengan manajemen klubnya dan berpotensi segera tersedia.
Dewan direksi Tottenham dilaporkan tengah mengevaluasi berbagai pilihan kandidat pelatih baru. Namun, keputusan final mengenai nasib Frank belum ditetapkan.
Gaya permainan Tottenham di bawah Frank kerap dikritik karena dinilai terlalu defensif, sebuah pendekatan yang dinilai tidak sesuai dengan filosofi menyerang yang melekat pada identitas klub. Penggemar Spurs berharap timnya dapat mengadopsi gaya permainan yang lebih menyerang.
Pendekatan taktis yang mengedepankan pertahanan ini dikhawatirkan tidak akan diterima dengan baik oleh para pendukung Tottenham, yang telah lama mendambakan identitas permainan menyerang yang khas.
Di sisi lain, Andoni Iraola, pelatih Bournemouth, telah menunjukkan gaya permainan yang agresif dan menarik sejak kedatangannya di Liga Premier. Kontraknya yang akan berakhir di akhir musim menjadikannya opsi yang menarik dan mudah diakses.
Meskipun demikian, ada kritik terhadap pendekatan Iraola dalam hal transisi tanpa bola, dengan beberapa pihak menyoroti kelemahan pertahanan timnya. Kondisi ini diperparah dengan absennya beberapa pemain kunci Bournemouth di lini belakang.
Pelatih kepala Brighton & Hove Albion, Fabian Hurzeler, juga dikaitkan dengan posisi pelatih Tottenham. Meskipun usianya masih muda dan pengalamannya di level teratas sepak bola belum begitu banyak, gaya permainan yang ia terapkan sangat menarik perhatian.












