Thomas Frank, pelatih Tottenham Hotspur, menegaskan bahwa perubahan budaya sedang terjadi di dalam skuad The Lilywhites, meskipun hasil yang diraih timnya belum memuaskan. Pernyataan ini disampaikan di tengah sorotan tajam pasca tersingkirnya Spurs dari Piala FA akibat kekalahan 2-1 melawan Aston Villa, yang bahkan diwarnai cemoohan dari sebagian penonton tuan rumah.
Kondisi ini membuat posisi Frank berada di bawah pengawasan ketat, terutama menjelang pertandingan krusial melawan West Ham United di Liga Premier. Kekalahan di laga tersebut berpotensi membuat jabatannya semakin sulit dipertahankan. Namun, Frank meyakini bahwa ia akan diberikan waktu untuk mewujudkan visi perubahan budayanya.
“Saya sangat menyadari bagaimana dunia sepak bola ini bekerja, tidak diragukan lagi. Saya tahu bahwa kami belum mendapatkan hasil yang kami inginkan,” ujar Frank kepada wartawan menjelang pertandingan.
Ia menambahkan bahwa ada perkembangan positif yang terlihat meskipun belum sempurna. Frank merujuk pada enam pertandingan terakhir yang menunjukkan penampilan lebih konsisten dan positif.
“Tidak sempurna, tetapi ada beberapa tanda yang baik. Dua babak kedua melawan Bournemouth dan Aston Villa di mana sangat mudah untuk berantakan,” jelasnya.
Saat ini, Tottenham Hotspur menduduki peringkat ke-14 di klasemen Liga Premier, yang tentu saja menimbulkan skeptisisme di kalangan pendukung mengenai perbaikan yang sedang dilakukan di balik layar.
Thomas Frank sebelumnya dikenal berhasil menciptakan lingkungan yang positif di Brentford. Lingkungan tersebut memungkinkan para pemain baru untuk berkembang meskipun menghadapi perubahan signifikan.
Namun, adaptasi para pemain baru Tottenham di London tampaknya masih menjadi tantangan. Xavi Simons, misalnya, belum banyak menunjukkan kreativitas yang membuatnya menjadi salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa.
Muncul pula indikasi frustrasi di dalam skuad, seperti unggahan media sosial bek tengah Cristian Romero yang menyindir beberapa pihak di klub.
Laporan juga menyebutkan adanya hubungan yang kurang harmonis antara pelatih asal Denmark tersebut dengan beberapa pemain, termasuk Yves Bissouma.
Meskipun sulit untuk sepenuhnya memahami dinamika ruang ganti dari luar, tanda-tanda yang terlihat dari luar lapangan tampaknya belum sepenuhnya menjanjikan.
Dalam 17 pertandingan terakhir di semua kompetisi, Tottenham Hotspur tercatat mengalami sembilan kekalahan, empat kali imbang, dan hanya empat kemenangan. Situasi ini membuat para penggemar pasrah menghadapi kemungkinan musim yang buruk lainnya.












