Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Ana/Trias Terkejut di Malaysia Open 2025, Momentum Hilang!

Avatar of Mais Nurdin
10
×

Ana/Trias Terkejut di Malaysia Open 2025, Momentum Hilang!

Sebarkan artikel ini
AnaTrias Terkejut di Malaysia Open 2025 Momentum Hilang

Pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari, harus mengakhiri langkahnya di perempat final Malaysia Open 2026. Perjuangan mereka terhenti setelah takluk melalui pertarungan tiga gim melawan wakil Korea Selatan, Baek Ha Na dan Lee So Hee.

Kekalahan ini menjadi catatan pahit bagi Ana/Trias, mengingat di babak sebelumnya mereka berhasil membuat kejutan dengan menyingkirkan unggulan kedua turnamen sekaligus wakil tuan rumah, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Kemenangan dua gim langsung dengan skor 26-24 dan 21-17 atas pasangan peringkat dua dunia BWF itu sempat membawa optimisme.

Namun, tren positif tersebut tidak berlanjut di perempat final. Duet Ana/Trias yang berstatus unggulan keenam turnamen ini harus mengakui keunggulan pasangan Korea Selatan setelah kalah dengan skor 21-13, 19-21, dan 13-21.

Pada gim pertama, Ana/Trias sempat menunjukkan dominasi. Mereka berhasil menekan sejak awal pertandingan dengan pola serangan cepat dan akurasi smash yang efektif membongkar pertahanan lawan. Keunggulan telak 11-4 pada interval gim pertama menjadi bukti kepercayaan diri mereka.

Ana/Trias mampu menjaga ritme permainan dan akhirnya menutup gim pertama dengan skor 21-13. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mereka mampu menguasai jalannya pertandingan di awal laga.

Memasuki gim kedua, tempo permainan meningkat drastis. Pasangan Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee, mulai mengubah strategi dan memaksa Ana/Trias bermain lebih sabar dalam reli panjang.

Meskipun sempat membalikkan keadaan menjadi 11-8 di interval gim kedua, Ana/Trias kehilangan momentum. Tekanan agresif dari pasangan Korea Selatan pada poin-poin krusial berhasil dimanfaatkan dengan baik.

Baek/Lee akhirnya mampu mengamankan gim kedua dengan skor 21-19. Keberhasilan mereka tidak lepas dari kemampuan membaca dan memanfaatkan celah pertahanan Ana/Trias yang mulai terlihat.

Gim penentuan berjalan lebih berat bagi pasangan Indonesia. Baek Ha Na/Lee So Hee tampil lebih stabil, cepat, dan minim melakukan kesalahan. Mereka berhasil unggul jauh sejak awal gim ketiga.

Ana/Trias berusaha keras untuk bertahan dan memperpanjang reli, namun kecepatan permainan lawan membuat mereka kesulitan. Akhirnya, mereka harus mengakui kekalahan dengan skor 13-21 di gim penentuan.

“Kami sudah mencoba menjaga fokus dan pola permainan, tetapi lawan bermain sangat konsisten di dua gim terakhir,” ujar Febriana Dwipuji Kusuma usai pertandingan.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Ana merasa mereka sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mempertahankan performa. Namun, konsistensi lawan di gim-gim akhir menjadi faktor penentu kekalahan.

Meilysa Trias Puspitasari menambahkan, “Kekalahan ini jadi evaluasi penting untuk turnamen berikutnya agar kami bisa lebih siap di situasi tertekan.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa kekalahan ini akan menjadi pelajaran berharga. Mereka bertekad untuk lebih siap menghadapi situasi sulit di pertandingan-pertandingan mendatang. Evaluasi ini diharapkan dapat meningkatkan performa mereka di turnamen selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *