Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Alonso Angkat Kaki dari Madrid: Gara-gara Ribut Mbappe & Vinicius?

Avatar of Mais Nurdin
13
×

Alonso Angkat Kaki dari Madrid: Gara-gara Ribut Mbappe & Vinicius?

Sebarkan artikel ini
Alonso Angkat Kaki dari Madrid Gara gara Ribut Mbappe Vinicius

Real Madrid membuat kejutan besar di dunia sepak bola dengan mengumumkan pemecatan pelatih kepala Xabi Alonso. Keputusan ini diambil hanya sehari setelah kekalahan tim dari Barcelona dalam final Piala Super Spanyol.

Pemecatan mendadak ini sontak menimbulkan kehebohan. Sebagai langkah antisipasi, Alvaro Arbeloa, yang sebelumnya melatih tim Castilla, langsung ditunjuk sebagai pelatih sementara. Tujuannya adalah untuk menstabilkan kondisi skuad Los Blancos. Saat ini, manajemen klub masih mempertimbangkan apakah Arbeloa akan menakhodai tim hingga akhir musim atau hanya sebagai solusi jangka pendek.

Sumber internal klub membeberkan bahwa keputusan kontroversial Alonso terkait Kylian Mbappe menjadi pemicu utama hilangnya kepercayaan dari manajemen. Laporan dari Sports Illustrated pada Rabu menyebutkan, meskipun performa Madrid sempat membaik dengan lima kemenangan beruntun pasca-kekalahan dari Barcelona, ada catatan penting terkait penanganan Mbappe.

Mbappe diboyong ke Jeddah meskipun kondisi kebugarannya masih menjadi pertanyaan. Ia baru diturunkan selama 14 menit di menit ke-76 final, sebuah keputusan yang memicu perdebatan luas mengenai manajemen pemain bintang di Madrid.

“Perjalanan panjang Mbappe hanya untuk tampil sebentar jelas menunjukkan keputusan yang kurang tepat,” ungkap seorang sumber klub yang meminta namanya dirahasiakan.

Situasi semakin memanas ketika muncul video bocoran yang diduga memperlihatkan Mbappe menolak melakukan guard of honor untuk Barcelona. Laporan menyebutkan, tindakan ini konon diminta langsung oleh Alonso, yang mengindikasikan adanya gesekan langsung antara pelatih dan dua pemain inti tim.

Sebelumnya, Vinicius Junior juga dilaporkan pernah berselisih dengan Alonso saat ditarik keluar dalam El Clasico pertama musim ini. Kejadian ini semakin memperkuat indikasi bahwa Alonso menghadapi kesulitan dalam menyeimbangkan ego para pemain bintang di ruang ganti.

Kondisi internal inilah yang akhirnya mendorong manajemen Madrid untuk mengambil keputusan perpisahan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas tim dan mencegah ketegangan lebih lanjut dalam skuad.

Ke depannya, pelatih baru Real Madrid diharapkan mampu memadukan kemampuan taktik yang mumpuni dengan otoritas yang kuat dalam mengelola para pemain top. Tujuannya jelas, agar konflik internal serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *