Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Neville Bongkar Taktik Amorim: Formasi 3-4-3 Bikin MU Mandek, Mengapa?

Avatar of Mais Nurdin
12
×

Neville Bongkar Taktik Amorim: Formasi 3-4-3 Bikin MU Mandek, Mengapa?

Sebarkan artikel ini
Neville Bongkar Taktik Amorim Formasi 3 4 3 Bikin MU Mandek Mengapa

Manchester United (MU) kembali menuai hasil imbang 1-1 saat melawan Wolverhampton Wanderers, Rabu (31/12/2025). Hasil ini langsung memicu kritik pedas dari legenda MU, Gary Neville, yang menyoroti taktik pelatih Ruben Amorim. Neville menilai keputusan Amorim terlalu rumit dan merugikan tim.

Kembalinya MU ke formasi 3-4-3 menjadi sorotan utama. Neville menilai keputusan tersebut sebagai langkah mundur, mengingat performa tim yang lebih baik saat menggunakan formasi 4-2-3-1 pada laga sebelumnya. Kritik Neville juga menyasar pergantian pemain yang dianggapnya aneh dan kontraproduktif, terutama terkait penarikan Joshua Zirkzee.

Kritik Pedas Neville: Taktik Amorim Dinilai Rumit

Gary Neville, mantan bek kanan Manchester United, tak segan melontarkan kritik tajam kepada pelatih Ruben Amorim setelah hasil imbang melawan Wolves. Neville menilai Amorim terlalu terpaku pada taktik yang rumit, yang justru menghambat performa tim.

Formasi 3-4-3: Langkah Mundur?

Neville menyoroti keputusan Amorim untuk kembali menggunakan formasi 3-4-3. Menurutnya, formasi ini terbukti gagal dan merugikan tim. Padahal, MU sempat menunjukkan performa yang lebih baik dengan formasi 4-2-3-1 pada laga sebelumnya saat menang melawan Newcastle United. Neville bahkan mempertanyakan alasan Amorim kembali ke formasi yang dianggapnya tidak efektif.

* Neville menilai Amorim terlalu terpengaruh oleh tekanan media.
* Ia menekankan bahwa performa dengan formasi 3-4-3 sangat buruk.
* Neville mengaku heran dengan keputusan Amorim yang kembali ke skema tiga bek sejak awal laga melawan Wolves.

“Dia tidak perlu mengatakan tidak berubah karena tekanan media. Itu justru menunjukkan media ada di kepalanya,” kata Neville dalam podcast Sky Sports.

“Faktanya, performa dengan formasi 3-4-3 sangat buruk dan hasilnya juga mengecewakan,” tambahnya.

Pergantian Pemain yang Dipertanyakan

Selain formasi, Neville juga mengkritik keras pergantian pemain yang dilakukan Amorim. Ia menilai beberapa keputusan pergantian pemain sangat aneh dan kontraproduktif.

* Neville secara khusus mengkritik penarikan Joshua Zirkzee, pencetak gol MU di laga tersebut.
* Ia juga menyoroti penempatan pemain yang tidak ideal.

Neville menilai bahwa keputusan untuk menarik keluar Zirkzee sangatlah buruk.

“Setiap pergantian pemain itu aneh. Jika Zirkzee tidak cedera dan itu murni keputusan taktik, maka itu sangat buruk,” ujar Neville.

“Zirkzee memang bukan Eric Cantona, tapi dia memberi fisik, kehadiran, pengalaman, dan dia sudah mencetak gol. Anda tidak bisa menariknya keluar. Itu tidak benar,” lanjutnya dengan nada geram.

Penempatan Pemain yang Tidak Ideal

Neville juga menyoroti penempatan beberapa pemain MU yang dinilainya tidak sesuai dengan potensi mereka. Ia mencontohkan Zirkzee yang dipaksa bermain melebar, Diogo Dalot yang terlalu sering turun ke belakang, dan Patrick Dorgu yang dimainkan di posisi yang tidak maksimal.

“Ini tidak terlihat benar. Dalam dua-tiga laga terakhir, posisi pemain jauh lebih baik, tapi malam ini dia kembali ke sistem lamanya. Para fans di stadion merasakan hal yang sama,” kata Neville.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *