Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Tragedi Labuan Bajo: Kronologi Pilu Pelatih Valencia dan Keluarga Korban Kapal

Avatar of Mais Nurdin
133
×

Tragedi Labuan Bajo: Kronologi Pilu Pelatih Valencia dan Keluarga Korban Kapal

Sebarkan artikel ini
Tragedi Labuan Bajo Kronologi Pilu Pelatih Valencia dan Keluarga Korban Kapal

Jakarta, Suara.com – Kabar duka datang dari dunia olahraga Spanyol. Fernando Martín, pelatih tim wanita Valencia CF, dikabarkan meninggal dunia dalam sebuah tragedi yang terjadi saat liburan Natal di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Kabar ini menyayat hati lantaran Martín menjadi korban dalam insiden kapal tenggelam yang juga melibatkan anggota keluarganya. Peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat siang, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan dunia olahraga.

Kronologi Insiden Kapal Tenggelam

Liburan Berujung Tragedi

Fernando Martín, yang sedang berlibur bersama keluarganya, menjadi salah satu korban dalam insiden kapal tenggelam di kawasan Taman Nasional Komodo. Dilaporkan oleh El Mundo, Martín bersama ketiga anaknya yang berusia 12, 10, dan 9 tahun, terjebak di dalam kapal saat peristiwa nahas itu terjadi.

Sementara itu, istri Fernando, Andrea Ortuño, serta putri bungsu mereka yang berusia 7 tahun, berhasil diselamatkan dan kini dalam kondisi selamat.

Detik-detik Mencekam di Laut

Menurut laporan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.00 waktu Spanyol, saat kapal wisata kayu tradisional yang mereka tumpangi berlayar di dekat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo. Kapal tersebut kemudian dihantam gelombang besar setelah sekitar satu jam perjalanan.

Gelombang pertama menyebabkan kapal miring, sementara gelombang kedua membuat kapal terbelah dan tenggelam.

Kesaksian Keluarga

Enrique Ortuño, ayah Andrea sekaligus pemilik restoran dan hotel terkenal di Valencia, El Coso, mengonfirmasi tragedi ini. Ia menyebut bahwa perjalanan ke Indonesia merupakan liburan besar pertama yang dilakukan keluarga tersebut secara lengkap.

Andrea, istri Fernando, menceritakan kengerian yang dialaminya kepada keluarganya. Berikut adalah kesaksian Andrea:

“Anak saya dan cucu bungsu saya terpental keluar dari kapal. Dugaan kuat, suami dan tiga anak lainnya terjebak di dalam kabin saat kapal tenggelam,”

Upaya Pencarian dan Penyelamatan

Hingga saat ini, tim penyelamat Indonesia masih melakukan pencarian terhadap empat anggota keluarga yang hilang. Upaya pencarian difokuskan pada lokasi kapal tenggelam, meski pada tahap awal baru ditemukan pecahan kecil dari badan kapal.

Enrique Ortuño mengungkapkan harapannya yang masih membara di tengah situasi sulit ini:

“Peluang menemukan mereka dalam kondisi hidup sangat kecil, tetapi kami tetap berharap dan berdoa,”

Respons Pemerintah dan Konsulat Spanyol

Kementerian Luar Negeri Spanyol telah mengonfirmasi bahwa empat warga negara Spanyol dinyatakan hilang akibat insiden tersebut. Pihak Konsulat Spanyol di Jakarta bersama Kedutaan Besar Spanyol telah mengirimkan perwakilan ke Labuan Bajo untuk memberikan pendampingan kepada korban selamat dan keluarga.

Otoritas setempat memperkirakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) akan berlangsung tiga hingga empat hari ke depan, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keamanan tim penyelamat.

Kesimpulan Singkat

  • Fernando Martín, pelatih Valencia CF, meninggal dunia dalam insiden kapal tenggelam di Taman Nasional Komodo, NTT.
  • Kapal wisata yang ditumpangi keluarga Martín dihantam gelombang besar dekat Pulau Padar.
  • Istri dan putri bungsu selamat, sementara pencarian empat anggota keluarga yang hilang masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *