Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Rivalitas Klasik Inggris vs Argentina Kembali Membara di Piala Dunia

Avatar of Mais Nurdin
4
×

Rivalitas Klasik Inggris vs Argentina Kembali Membara di Piala Dunia

Sebarkan artikel ini
Rivalitas Klasik Inggris vs Argentina Kembali Membara di Piala Dunia

Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 akan menyajikan salah satu bentrokan paling klasik dan sarat emosi dalam sejarah sepak bola, yakni laga antara Inggris melawan Argentina. Pertemuan kedua tim raksasa ini tidak hanya memperebutkan tiket ke babak final, melainkan juga menghidupkan kembali bara persaingan yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Bagi para pencinta sepak bola di seluruh dunia, duel ini memicu nostalgia mendalam. Inggris dan Argentina tercatat memiliki lembaran sejarah rivalitas yang tak terlupakan di dalam lapangan, dipenuhi dengan kontroversi, drama, serta aksi-aksi magis yang mengubah jalannya sejarah olahraga ini.

SCROL UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Advertisment

Nostalgia Pertemuan Bersejarah Inggris vs Argentina

Rivalitas antara Tiga Singa dan Tim Tanggo di pentas Piala Dunia selalu menyajikan drama yang membekas di ingatan publik. Berikut adalah beberapa momen penting yang mendasari sejarah rivalitas kedua tim di dalam lapangan:

1. Piala Dunia 1966: Awal Mula Ketegangan

Ketegangan antara kedua tim mulai memuncak pada perempat final Piala Dunia 1966 yang digelar di Inggris. Laga yang berlangsung keras ini diwarnai dengan kartu merah kontroversial untuk kapten Argentina, Antonio Rattin. Setelah pertandingan, manajer Inggris saat itu, Alf Ramsey, melontarkan komentar keras yang semakin memanaskan hubungan sepak bola kedua negara.

2. Piala Dunia 1986: Gol Tangan Tuhan dan Gol Abad Ini

Pertemuan di perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko barangkali menjadi momen paling ikonik dalam sejarah sepak bola. Diego Maradona menjadi aktor utama dengan mencetak dua gol legendaris ke gawang Inggris yang dikawal Peter Shilton. Gol pertama dicetak menggunakan tangan yang kemudian dikenal sebagai ‘Hand of God’ (Tangan Tuhan), sementara gol kedua tercipta setelah Maradona melewati hampir seluruh barisan pertahanan Inggris dalam aksi individu yang dinobatkan sebagai ‘Goal of the Century’.

3. Piala Dunia 1998: Kartu Merah David Beckham

Drama kembali berlanjut di babak 16 besar Piala Dunia 1998 di Prancis. Laga sengit yang berakhir imbang ini diwarnai pengusiran bintang muda Inggris, David Beckham, setelah terlibat insiden dengan Diego Simeone. Argentina akhirnya melaju setelah memenangkan drama adu penalti, meninggalkan kekecewaan mendalam bagi publik Inggris.

4. Piala Dunia 2002: Penebusan Dosa Beckham

Empat tahun berselang, Inggris mendapatkan kesempatan membalas dendam di fase grup Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Jepang. David Beckham tampil sebagai pahlawan kemenangan lewat eksekusi penalti dingin yang menaklukkan kiper Argentina, membalas tuntas mimpi buruk yang dialaminya pada turnamen sebelumnya.

Menanti Babak Baru di Piala Dunia 2026

Kini, lembaran baru dari rivalitas legendaris ini akan kembali ditulis di panggung semifinal Piala Dunia 2026. Pertandingan ini dipastikan akan menyedot perhatian dunia, membawa warisan sejarah masa lalu ke dalam tensi tinggi perebutan takhta tertinggi sepak bola modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *