Kekalahan mengejutkan Aston Villa di kandang sendiri mengakhiri rentetan 11 kemenangan beruntun mereka di Villa Park. Tim asuhan Unai Emery harus mengakui keunggulan Everton dalam lanjutan Liga Premier, sebuah hasil yang membuat mereka gagal memperkecil jarak dengan pemuncak klasemen.
Rentetan kemenangan impresif Aston Villa di kandang mereka akhirnya terhenti. Di hadapan para pendukungnya sendiri, The Villans menyerah 1-0 dari Everton, sebuah pukulan telak bagi ambisi mereka untuk merangsek ke papan atas klasemen.
Everton berhasil mencuri poin penuh berkat gol tunggal Thierno Barry menjelang satu jam pertandingan. Gol tersebut sekaligus memutus rekor 11 kemenangan beruntun Aston Villa di berbagai kompetisi yang berlangsung di Villa Park.
Perlu dicatat bahwa Everton sebenarnya menunjukkan ancaman sejak awal laga. Tendangan rendah Merlin Rohl di detik-detik awal pertandingan nyaris berbuah gol, namun bola hanya membentur tiang gawang.
Tak berhenti di situ, sundulan Jake O’Brien pada menit ke-33 sempat dianggap gol, namun dianulir lantaran offside. Harrison Armstrong yang menjadi kreator serangan dalam momen tersebut berada dalam posisi offside sebelum mengirimkan umpan.
Kesalahan fatal dari Pau Torres di lini pertahanan Aston Villa akhirnya dimanfaatkan oleh Thierno Barry. Pemain Everton itu dengan tenang menyelesaian peluang yang tercipta dengan tendangan indah melewati penjaga gawang Emiliano Martinez.
Kekalahan ini membuat Aston Villa tertahan di posisi ketiga klasemen Liga Premier. Mereka kini mengoleksi poin yang sama dengan Manchester City, namun tertinggal tujuh poin dari pemimpin klasemen, Arsenal.
Sementara itu, kemenangan ini memberikan dorongan signifikan bagi Everton. Tiga poin yang diraih membuat The Toffees merangkak naik ke peringkat 10 klasemen sementara Liga Premier.
Pertandingan sendiri berjalan cukup sengit sejak peluit dibunyikan. Everton tampil menekan sejak awal, membuktikan bahwa mereka datang bukan tanpa persiapan.
Tendangan Rohl yang melintas di depan gawang dan memantul di tiang kiri menjadi alarm bagi pertahanan Villa. Martinez sigap menangkap bola tersebut untuk mengamankan gawangnya.
Tim tamu terus memberikan tekanan. Martinez kembali beraksi gemilang dengan menepis tendangan jarak jauh Vitalii Mykolenko, yang berujung pada tendangan sudut.
Dari sepak pojok tersebut, O’Brien berhasil menyundul bola ke gawang, namun golnya kembali dianulir karena offside. Harrison Armstrong dinilai mengganggu permainan bek terakhir lawan sebelum bola masuk.
Aston Villa sebenarnya sempat mengancam jelang akhir babak pertama. Morgan Rogers berhasil memaksa kiper Everton, Jordan Pickford, melakukan penyelamatan penting.
Tak lama berselang, Evann Guessand yang masuk menggantikan John McGinn yang mengalami cedera, berhasil menanduk bola yang membentur mistar gawang.
Di awal babak kedua, Aston Villa berusaha keras mengubah momentum. Namun, tekanan yang mereka tunjukkan belum mampu berbuah gol.
Petaka justru datang pada menit ke-59. Kesalahan Pau Torres dimanfaatkan Everton untuk merebut bola.
Thierno Barry menjadi aktor antagonis bagi Villa. Ia berhasil mencungkil bola melewati Emiliano Martinez setelah memanfaatkan pantulan dari upaya Dwight McNeil yang sempat diselamatkan oleh Martinez.
Tertinggal satu gol, Aston Villa meningkatkan intensitas serangan mereka. Jordan Pickford kembali menunjukkan kelasnya dengan menepis tendangan melengkung Rogers dari sudut kanan atas gawang.
Menjelang akhir pertandingan, Emiliano Buendia mendapatkan peluang melalui sundulan, namun bola masih melebar. Berbagai upaya yang dilancarkan Aston Villa untuk menyamakan kedudukan akhirnya sia-sia.












