Penjualan mobil di pasar domestik kembali mencatat tren penurunan pada tahun 2025. Data ini merujuk pada laporan riset Stockbit yang dirilis pada Kamis (15 Januari 2026), menunjukkan adanya pelemahan kinerja di sektor otomotif Tanah Air.
Riset tersebut mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, total penjualan mobil di pasar domestik tercatat sebanyak 803,7 ribu unit. Angka ini menunjukkan adanya penurunan sebesar 7 persen jika dibandingkan dengan pencapaian pada tahun sebelumnya, 2024.
Meskipun mengalami penurunan, realisasi penjualan tersebut ternyata masih melampaui target yang ditetapkan oleh Gaikindo. Penjualan 803,7 ribu unit setara dengan 103 persen dari target yang semula dicanangkan Gaikindo untuk tahun 2025, yaitu sebanyak 780 ribu unit.
Perlu dicatat, target penjualan 780 ribu unit itu sendiri merupakan revisi dari target awal Gaikindo yang sempat berada di angka 800 ribu unit. Penurunan target ini mengindikasikan adanya antisipasi terhadap kondisi pasar yang mungkin tidak seoptimal perkiraan awal.
Sebelumnya, prediksi mengenai perlambatan penjualan mobil di pasar domestik selama tahun 2025 memang sudah mengemuka. Salah satu laporan bahkan memproyeksikan penjualan hanya mencapai 800 ribu unit.
Prediksi 800 ribu unit tersebut menyiratkan potensi penurunan sekitar 8 persen dibandingkan dengan pencapaian tahun 2024. Pada tahun 2024, pasar otomotif domestik berhasil membukukan penjualan sebanyak 865 ribu unit.
Analisis lebih rinci berdasarkan data Januari hingga Oktober 2025 menunjukkan tren penurunan yang lebih signifikan. Dalam periode tersebut, penjualan mobil tercatat sebanyak 636 ribu unit.
Angka 636 ribu unit ini berarti mengalami penurunan sebesar 11 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024, yaitu Januari hingga Oktober.
Realisasi penjualan 636 ribu unit ini juga berada di bawah ekspektasi Gaikindo. Angka tersebut hanya mencapai sekitar 71 hingga 85 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun 2025.












