Ramadan Sobhi, Eks Pemain Liga Inggris, Dipenjara Akibat Kasus Kecurangan Akademik
Kasus yang menimpa Ramadan Sobhi, mantan pemain sepak bola yang pernah merumput di Liga Inggris, menjadi sorotan publik. Pemain yang kini memperkuat klub Pyramids FC di Mesir itu dijatuhi hukuman penjara satu tahun oleh Pengadilan Kriminal Giza terkait kasus kecurangan akademik. Putusan ini menambah daftar panjang masalah yang dihadapi Sobhi, mengingat ia juga terancam sanksi larangan bermain selama empat tahun akibat pelanggaran anti-doping.
Kabar ini tentu mengejutkan banyak pihak, terutama para penggemar sepak bola di tanah air. Sobhi, yang dikenal sebagai pemain berbakat, kini harus menghadapi konsekuensi serius dari perbuatannya. Artikel ini akan mengulas secara mendalam kasus yang menjerat Sobhi, mulai dari kronologi kejadian hingga potensi dampaknya terhadap karier sepak bolanya.
Kronologi Kasus Kecurangan Akademik
Pemalsuan Dokumen dan Peran Orang Lain
Kasus ini bermula dari dugaan pemalsuan dokumen resmi dan penggunaan jasa orang lain untuk mengikuti ujian atas nama Sobhi di sebuah institut pariwisata dan perhotelan swasta di Provinsi Giza. Tindakan ini terungkap setelah Sobhi ditangkap pada Juli lalu sekembalinya dari Turki, tempat timnya menjalani pemusatan latihan pramusim.
Pengadilan Kriminal Giza memutuskan untuk menghukum Sobhi dan satu terdakwa lainnya dengan hukuman satu tahun penjara serta kerja paksa. Sementara itu, satu terdakwa dinyatakan bebas, dan satu tersangka lain yang berstatus buron dijatuhi hukuman 10 tahun penjara secara in absentia.
Reaksi dan Dampak Terhadap Karier
Hingga berita ini diturunkan, pengacara Sobhi belum memberikan pernyataan resmi terkait putusan pengadilan. Namun, kasus ini tentu memberikan dampak signifikan bagi karier sepak bola Sobhi. Selain hukuman penjara, ia juga terancam sanksi dari dunia olahraga.
Ancaman Sanksi Anti-Doping
Pelanggaran Regulasi Anti-Doping
Selain kasus kecurangan akademik, Ramadan Sobhi juga terjerat masalah lain. Court of Arbitration for Sport pada November lalu mengonfirmasi pelanggaran terhadap regulasi anti-doping yang berpotensi membuatnya absen dari lapangan hijau selama empat tahun.
Dampak Ganda
Jika kedua sanksi ini jadi diterapkan, maka karier sepak bola Sobhi berada di ujung tanduk. Hukuman penjara akan membatasi aktivitasnya di luar lapangan, sementara sanksi anti-doping akan menghalanginya untuk bermain sepak bola profesional. Kombinasi kedua hal ini tentu akan sangat merugikan bagi pemain berusia 28 tahun tersebut.
Perjalanan Karier Ramadan Sobhi
Awal Karier di Mesir
Ramadan Sobhi memulai karier sepak bola profesionalnya bersama klub Al Ahly sebelum hijrah ke Inggris pada 2016. Selama berkarier di Mesir, Sobhi dikenal sebagai pemain muda yang berbakat dengan kemampuan olah bola di atas rata-rata.
Petualangan di Liga Inggris
Di Inggris, Sobhi memperkuat Stoke City dan Huddersfield Town. Meski demikian, kariernya di Liga Inggris tidak terlalu bersinar. Ia kemudian kembali ke Mesir dan bergabung dengan Pyramids FC pada 2020.
Kontribusi untuk Pyramids FC
Bersama Pyramids FC, Sobhi berhasil meraih gelar pertama CAF Champions League setelah mengalahkan Mamelodi Sundowns di partai final musim lalu. Ia juga mencatatkan 37 penampilan bersama Timnas Mesir.












