Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB), Grab Indonesia, dan OVO berkolaborasi dalam sebuah inisiatif mulia untuk menyediakan makanan bergizi bagi siswa Sekolah Khusus (SKH) di Tangerang Raya. Program ini diluncurkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus dengan memastikan mereka mendapatkan nutrisi yang cukup untuk menunjang pendidikan dan kesejahteraan mereka.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Ketua Pengurus YIPB, Muhammad Rizal Sutomo, dan Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi. Acara tersebut juga disaksikan oleh Ketua Pembina YIPB, Maya Miranda Ambarsari, Ketua Pelaksana Harian YIPB, Cahaya Manthovani, President Director OVO, Karaniya Dharmasaputra, dan Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Reinata.
Visi Inklusi dan Kesejahteraan Anak Berkebutuhan Khusus
Maya Miranda Ambarsari, Ketua Pembina YIPB, menekankan bahwa program ini sejalan dengan visi yayasan untuk memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk tumbuh sehat dan berkembang. YIPB percaya bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi luar biasa yang perlu didukung sepenuhnya. Asupan gizi yang baik menjadi fondasi penting bagi mereka untuk belajar, berkembang, dan mencapai masa depan yang lebih cerah.
Program ini berfokus pada SKH atau Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Tangerang Raya, dengan rencana perluasan ke daerah lain di Indonesia di masa mendatang. Proses implementasi dilakukan secara bertahap dan terencana agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang dan berkelanjutan.
Implementasi Program dan Kolaborasi Lintas Sektor
Cahaya Manthovani, Ketua Harian YIPB, menjelaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif. Kemitraan dengan Grab Indonesia dan OVO merupakan contoh nyata dari komitmen tersebut. Harapannya, inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bergabung dalam gerakan inklusi bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Grab Indonesia berperan penting dalam distribusi makanan bergizi kepada 1.500 murid dan guru di 11 SLB di Tangerang Raya. Makanan disuplai dari 8 merchant lokal terpilih di sekitar sekolah, menggunakan sistem pemesanan terintegrasi dengan teknologi Grab. Sistem ini memastikan efisiensi dan kemudahan distribusi makanan.
Kualitas Makanan dan Standar Keamanan
Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia, menegaskan komitmen Grab untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses ke makanan sehat dan bergizi. Selain mendukung anak-anak berkebutuhan khusus, program ini juga bertujuan untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Semua merchant yang terlibat telah melalui proses kurasi ketat, termasuk pelatihan kebersihan dan kualitas makanan. Grab juga menerapkan mekanisme pengawasan melalui “mystery shopper” untuk memastikan standar kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga. Menu makanan dirancang bervariasi dan disesuaikan dengan kebutuhan khusus anak-anak, mengacu pada standar gizi Badan Gizi Nasional.
Peran OVO dalam Mendukung Inisiatif Sosial
Karaniya Dharmasaputra, President Director OVO, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen OVO untuk mendorong inisiatif sosial yang berkelanjutan. OVO tidak hanya fokus pada inovasi di sektor keuangan, tetapi juga ingin berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dari berbagai dukungan serupa di masa depan.
Kolaborasi YIPB, Grab Indonesia, dan OVO ini menjadi contoh nyata sinergi antar sektor untuk mendukung inklusi dan kesejahteraan anak-anak berkebutuhan khusus. Program Makan Bergizi SKH ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup mereka serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi pendidikan dan kesehatan mereka.
Tantangan dan Peluang Ke Depan
Meskipun program ini menunjukkan langkah awal yang positif, tantangan tetap ada. Meliputi perluasan jangkauan ke lebih banyak sekolah di berbagai wilayah, peningkatan kualitas dan variasi menu makanan, serta mempertahankan keberlanjutan program dalam jangka panjang. Pentingnya melibatkan lebih banyak pihak, baik dari sektor pemerintah, swasta, maupun masyarakat sipil, untuk mendukung keberhasilan program ini.
Namun, potensi keberhasilan program ini sangat besar. Selain dampak positif langsung pada anak-anak berkebutuhan khusus, program ini juga berpotensi untuk menjadi model bagi program serupa di daerah lain, serta mendorong tumbuhnya kemitraan yang lebih luas dalam mendukung inklusi sosial.