Tragedi pembunuhan terhadap Juwita (23), jurnalis muda berbakat dari Newsway.co.id di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan insan pers di Kalimantan Selatan. Kepergiannya yang mendadak dan penuh kekerasan menyisakan pertanyaan dan keprihatinan yang mendalam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Juwita, dikenal oleh rekan-rekannya di Newsway sebagai sosok yang ceria, ramah, dan mudah bergaul. “Saya pertama kali kenal Juwita saat masih sering liputan bareng di lapangan. Dia orangnya ceria, mudah bergaul, dan sangat supel,” kenang Suroto alias Isur, Redaktur Newsway, seperti dikutip dari Antara.

Namun, di balik keceriaannya, Juwita ternyata cukup tertutup dalam urusan pribadi, terutama dengan teman laki-laki. Ia lebih nyaman berbagi cerita hanya dengan sahabat perempuan terdekatnya. Hal ini menunjukkan sisi pribadi Juwita yang kompleks dan perlu dipahami.

Sebagai jurnalis, Juwita dikenal profesional dan memiliki hubungan baik dengan narasumbernya. Bahkan, beberapa narasumber sempat menanyakan keberadaan Juwita ketika ia mulai jarang meliput di lapangan. “Beberapa narasumber sering bertanya, Kok Juwita jarang datang lagi, Itu artinya, dia menjalin hubungan sosial yang baik dengan mereka,” tambah Isur.

Profesionalitas Juwita terlihat dari keseriusannya dalam berkarier. Ia bergabung dengan Newsway sejak tahun 2022, ketika media tersebut masih dalam tahap pengembangan. Dedikasi Juwita pada jurnalistik dibuktikan dengan partisipasinya dalam Uji Kompetensi Wartawan, keanggotaannya di Dewan Pers sebagai anggota muda, dan keanggotaannya di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel.

Selain aktif sebagai jurnalis, Juwita juga sedang menyelesaikan studinya. Ia tengah fokus menyelesaikan skripsi S1 di sebuah universitas di Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, dalam enam bulan terakhir, ia lebih banyak berperan sebagai kontributor untuk Newsway.co.id.

“Ketika dia mau menyelesaikan skripsi, Juwita sempat meminta untuk tidak aktif mencari berita. Kami memahami itu, sehingga dia hanya mengirim berita jika ada waktu luang,” jelas Isur menjelaskan alasan Juwita mengurangi aktivitas liputan di lapangan.

Profil Juwita: Lebih dari Sekedar Jurnalis

Juwita bukan hanya sekadar jurnalis; ia adalah seorang individu dengan beragam minat dan bakat. Komitmennya terhadap pendidikan tinggi menunjukkan ambisi dan niatnya untuk terus berkembang. Kemampuannya membangun relasi baik dengan narasumber menunjukkan kecerdasan emosional dan keahlian komunikasi yang baik.

Jejak Karier dan Prestasi

Meskipun masih muda, Juwita telah menunjukkan komitmen dan dedikasi tinggi pada profesinya sebagai jurnalis. Keikutsertaannya dalam Uji Kompetensi Wartawan dan keanggotaannya di organisasi profesi seperti Dewan Pers dan PWI Kalsel merupakan bukti keseriusannya dalam mengejar jenjang karir.

Kepribadian dan Hubungan Sosial

Sisi kepribadian Juwita yang ceria dan mudah bergaul kontras dengan sifatnya yang tertutup dalam hal pribadi. Ini menunjukkan betapa kompleksnya kepribadian seorang individu dan betapa pentingnya menghargai keragaman tersebut.

Duka Mendalam dan Tuntutan Keadilan

Kematian Juwita yang diduga akibat pembunuhan oleh seorang oknum anggota TNI AL menambah kepedihan atas kehilangan ini. Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan bagi jurnalis dan perlunya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kekerasan.

Insiden ini juga menjadi pengingat akan pentingnya keamanan dan keselamatan para jurnalis dalam menjalankan tugasnya. Semoga kasus ini dapat segera terungkap dan pelaku dapat diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Kepergian Juwita menjadi kehilangan besar bagi dunia jurnalistik, dan keadilan harus ditegakkan.

Semoga keluarga Juwita diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kehilangan ini. Keadilan bagi Juwita adalah tuntutan yang harus dipenuhi.