Investasi sejak dini sangat penting. Menunda investasi hanya akan memperlama waktu untuk meraih keuntungan. Banyak anak muda, terutama milenial dan Gen Z, masih ragu memulai investasi.

Ketakutan utama adalah modal besar. Padahal, banyak instrumen investasi terjangkau.
Berikut beberapa jenis investasi dengan modal minim:
1. Emas
Harga emas saat ini masih di bawah Rp1 juta per gram. Anda bisa mencicil untuk mendapatkan ukuran yang lebih besar.
Emas relatif minim risiko, nilainya stabil, dan likuid (mudah dicairkan). Pembelian mudah, misalnya melalui PT Antam dan Pegadaian.
Emas disebut instrumen safe haven karena harganya cenderung naik di atas inflasi, mengikuti hukum penawaran dan permintaan.
2. Saham
Investasi saham juga bisa dilakukan dengan modal di bawah Rp1 juta. Pembelian minimal 1 lot (100 lembar saham).
Contoh: Harga saham BBRI Rp3.130 per saham (data 15/7/2020), 1 lot membutuhkan Rp313.000. Anda bisa menambah lot atau membeli saham lain jika modal bertambah.
Keuntungan saham termasuk dividen (pembagian keuntungan perusahaan). Namun, investasi saham berisiko tinggi.
3. Reksa Dana
Reksa dana sangat terjangkau, bahkan bisa dimulai dengan Rp100.000. Uang Anda akan dikelola manajer investasi.
Harga reksa dana dipengaruhi oleh strategi manajer investasi, harga pasar saham dan obligasi, serta kondisi ekonomi Indonesia.
Pahami strategi manajer investasi sebelum berinvestasi di reksa dana.
4. Obligasi
Selain saham, ada obligasi (surat utang). Obligasi diterbitkan perusahaan atau pemerintah dengan nilai nominal dan jatuh tempo tertentu.
Anda bisa berinvestasi di obligasi dengan Rp1 juta, misalnya obligasi negara ORI. Perlu diingat bahwa investasi obligasi juga memiliki risiko, misalnya risiko gagal bayar.
Pelajari dengan baik profil risiko obligasi sebelum berinvestasi. Pahami pula perbedaan antara obligasi korporasi dan obligasi pemerintah.
5. Deposito
Deposito mirip menabung, namun penarikan dana hanya pada jangka waktu tertentu (1 bulan, 3 bulan, dst.).
Dana bisa ditarik setelah jatuh tempo atau diperpanjang otomatis (ARO). Anda bisa memilih mata uang rupiah atau asing.
Tingkat bunga deposito (yield) umumnya lebih tinggi daripada tabungan, meskipun ada yang di bawah suku bunga acuan Bank Indonesia. Perhatikan suku bunga dan jangka waktu deposito sebelum memutuskan.
Kesimpulannya, memulai investasi dengan modal minim sangat mungkin. Pilih instrumen yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda. Lakukan riset dan pertimbangkan diversifikasi investasi untuk meminimalisir risiko.