Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, menekankan pentingnya merawat keragaman suku, ras, budaya, dan agama di Indonesia. Beliau melihat keberagaman ini sebagai kekuatan utama untuk mempersatukan dan memajukan bangsa.

Kedekatan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri tahun ini (2025) menjadi momentum penting untuk memperkuat toleransi dan saling menghormati perbedaan. Wapres mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mempraktikkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Indonesia kaya akan sumber daya alam dan keberagaman budaya. Kekayaan ini, menurut Wapres, merupakan aset berharga yang harus dijaga dan dirawat untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Indonesia yang majemuk.
Keberagaman sebagai Kekuatan Bangsa
Wapres Gibran secara konsisten menekankan bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa. Perbedaan, baginya, justru dapat memperkaya dan mempersatukan masyarakat Indonesia. Beliau tidak pernah lelah mengingatkan pentingnya nilai-nilai ini.
Sebagai wujud nyata dukungan terhadap keberagaman dan nilai-nilai budaya, Wapres Gibran menghadiri Acara Tawur Agung Kesanga, perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Pelataran Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Kehadiran beliau menunjukan komitmen pemerintah dalam menghargai seluruh budaya dan agama di Indonesia.
Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan: Simbol Toleransi
Pemilihan lokasi perayaan Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan, yang berdekatan dengan Candi Sewu (kompleks Candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur), merupakan simbol kuat dari toleransi antarumat beragama. Hal ini menunjukkan harmoni dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia.
Wapres Gibran mengapresiasi penyelenggaraan acara tersebut dan menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan. Beliau menilai, perayaan keagamaan yang berlangsung damai dan saling menghormati adalah cerminan kemajuan bangsa Indonesia.
Upacara Tawur Agung Kesanga merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947. Ritual ini bertujuan untuk menyucikan alam semesta dan menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas. Prosesinya meliputi upacara Mendak Tirta, Pradaksina, pertunjukan seni tradisional, dan parade Ogoh-ogoh.
Pentingnya Peran Pemerintah dalam Menjaga Kerukunan
Pemerintah memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Indonesia. Selain memberikan dukungan moral dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, pemerintah juga perlu membuat kebijakan yang inklusif dan melindungi hak-hak setiap warga negara untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing.
Pendidikan juga memiliki peran krusial dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan saling menghormati sejak usia dini. Kurikulum pendidikan perlu memasukkan materi tentang keberagaman budaya dan agama dengan cara yang edukatif dan positif.
Dengan merawat keberagaman dan menguatkan toleransi, Indonesia dapat terus maju dan berkembang sebagai bangsa yang bersatu dan harmonis. Hal ini membutuhkan komitmen dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat sipil.