Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, akan menutup sementara seluruh operasional penerbangannya selama 24 jam penuh dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi tahun 2025. Penutupan ini akan dimulai pada Sabtu, 29 Maret 2025, pukul 06.00 WITA dan berakhir Minggu, 30 Maret 2025, pukul 06.00 WITA.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Keputusan ini merupakan bentuk penghormatan mendalam terhadap umat Hindu di Bali yang menjalankan Nyepi, hari suci untuk merenung dan membersihkan diri. Penghentian operasional penerbangan ini juga sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Bali dan telah diinformasikan kepada seluruh maskapai penerbangan melalui NOTAM (Notice to Airmen).

Selama penutupan, seluruh aktivitas penerbangan, baik domestik maupun internasional, akan dihentikan. Namun, terdapat pengecualian untuk penerbangan medis (medevac) dan penerbangan darurat lainnya. Bandara tetap akan bersiaga dengan personel operasional, keamanan, dan teknis di pusat kontrol operasi untuk menangani situasi darurat yang mungkin terjadi.

Dampak Penutupan Terhadap Penerbangan

Penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai berdampak pada ratusan penerbangan. Berdasarkan jadwal penerbangan reguler dari 54 maskapai yang beroperasi di bandara tersebut, terdapat sekitar 425 penerbangan yang terdampak. Rinciannya, 207 penerbangan domestik dan 218 penerbangan internasional terpaksa dibatalkan atau dijadwal ulang.

Pihak bandara telah memberikan informasi ini jauh-jauh hari kepada semua maskapai melalui NOTAM yang dikeluarkan sejak 14 Januari 2025. Hal ini diharapkan agar para maskapai dapat mengatur ulang jadwal penerbangan mereka dan meminimalisir ketidaknyamanan bagi para penumpang.

Antisipasi telah dilakukan untuk kelancaran operasional pasca-Nyepi. Diperkirakan sekitar 19 pesawat akan terparkir di bandara, sehingga operasional penerbangan dapat segera kembali normal setelah Hari Raya Nyepi berakhir.

Manfaat Penutupan Selain Menghormati Nyepi

Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Nyepi, penutupan sementara Bandara I Gusti Ngurah Rai juga dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk melakukan pemeliharaan dan evaluasi fasilitas bandara. Hal ini penting untuk memastikan kelancaran operasional dan keamanan penerbangan di masa mendatang.

Periode ini memungkinkan dilakukannya perawatan rutin pada fasilitas bandara yang beroperasi 24 jam nonstop sepanjang tahun. Pemeliharaan berkala ini sangat penting untuk mencegah potensi kerusakan dan memastikan keselamatan serta kenyamanan penumpang.

Evaluasi layanan juga menjadi fokus utama. Tim operasional akan meninjau seluruh proses dan prosedur untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Tujuannya adalah untuk memberikan layanan yang lebih baik dan efisien kepada para penumpang di masa mendatang.

Informasi Tambahan Seputar Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi merupakan hari raya keagamaan bagi umat Hindu di Bali. Pada hari ini, umat Hindu Bali melakukan ritual penyucian diri dan merenung, dengan melakukan empat pantangan utama, yaitu: Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang/berhibur).

Tradisi Nyepi ini telah berlangsung selama berabad-abad dan menjadi bagian penting dari budaya Bali. Menghormati Hari Raya Nyepi merupakan bentuk penghargaan terhadap keberagaman budaya dan agama di Indonesia.

Penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai selama Nyepi tidak hanya menunjukkan penghormatan terhadap tradisi lokal, tetapi juga memberikan kesempatan untuk melakukan perawatan dan evaluasi operasional bandara demi peningkatan layanan dan keselamatan penerbangan di masa depan.