Dalam Indonesia, sering terjadi kebingungan dalam penulisan kata serapan. Salah satu contohnya adalah penulisan kata “fotokopi” dan “fotocopy”. Meskipun keduanya merujuk pada proses penggandaan dokumen secara fotografis, hanya satu sesuai dengan kaidah Indonesia baku.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kamus Besar Indonesia (KBBI) menetapkan “fotokopi” sebagai penulisan benar. Penulisan “fotocopy”, merupakan ejaan bahasa Inggris, dianggap tidak baku dan sebaiknya dihindari, terutama dalam konteks formal.

Pemahaman Mendalam tentang “Fotokopi”

Kata “fotokopi” berasal dari kata bahasa Inggris “photocopy”. Proses penyerapannya ke dalam bahasa Indonesia melibatkan penyesuaian ejaan sesuai dengan Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI). Huruf “ph” diganti menjadi “f” dan “c” diganti menjadi “k”, menghasilkan bentuk “fotokopi” yang kita kenal sekarang.

Proses ini mencerminkan upaya untuk mengintegrasikan kata-kata asing ke dalam sistem bahasa Indonesia tanpa mengorbankan kaidah tata bahasa yang sudah ada. Hal ini bertujuan untuk menjaga kekayaan dan kelestarian bahasa Indonesia.

Perbedaan “fotokopi” dan “fotocopy”

Perbedaan antara “fotokopi” dan “fotocopy” terletak pada kepatuhan terhadap kaidah bahasa Indonesia baku. “Fotokopi” merupakan bentuk yang telah disesuaikan dan diterima secara resmi, sedangkan “fotocopy” tetap mempertahankan bentuk aslinya dalam bahasa Inggris.

Penggunaan “fotocopy” bisa dimaklumi dalam percakapan informal, tetapi dalam konteks formal seperti dokumen resmi, laporan, karya tulis ilmiah, “fotokopi” tetap menjadi pilihan yang tepat.

Contoh Penggunaan yang Benar

Untuk memastikan penggunaan yang tepat, perhatikan contoh berikut:

✅ Benar: “Saya perlu memfotokopi berkas ini presentasi.”

❌ Salah: “Saya perlu memfotocopy berkas ini presentasi.”

Selain itu, penting diingat bahwa “fotokopi” ditulis sebagai satu kata. Penulisan “foto kopi” merupakan kesalahan dan akan mengubah makna kata tersebut.

Aspek Lain yang Perlu Diperhatikan

Selain penulisan kata “fotokopi”, ada baiknya kita juga memperhatikan penggunaan kata-kata serapan lainnya dalam bahasa Indonesia. Seringkali, kata serapan perlu disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia untuk menjaga konsistensi dan kejelasan makna.

Membiasakan diri menggunakan KBBI sebagai rujukan dalam penulisan merupakan langkah penting dalam menjaga kelestarian dan keseragaman penggunaan bahasa Indonesia. Dengan demikian, kita dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien.

Lebih jauh lagi, pemahaman terhadap proses penyerapan kata asing ke dalam bahasa Indonesia dapat meningkatkan apresiasi kita terhadap kekayaan dan dinamika bahasa Indonesia sebagai bahasa yang hidup dan berkembang.

Dengan konsistensi dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baku, kita turut serta dalam melestarikan dan memajukan bahasa nasional kita.