Kemacetan lalu lintas terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) menjelang rest area KM 57 pada Kamis (27/3) sore hingga malam, empat hari sebelum Lebaran 2025. Kepadatan disebabkan antrean kendaraan yang ingin memasuki rest area tersebut. Kondisi ini terjadi di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Meskipun kepadatan terjadi menjelang rest area KM 57, arus lalu lintas secara bertahap kembali lancar setelahnya. Kendaraan yang mendominasi adalah mobil pribadi. Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, membenarkan bahwa arus lalu lintas dari arah Jakarta pada hari itu terpantau cukup padat.
Lonjakan Kendaraan Menuju Timur Jawa
Data lalu lintas dari H-10 hingga H-5 Lebaran (21-26 Maret 2025) menunjukkan lonjakan signifikan. Sebanyak 282.994 kendaraan melewati Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama menuju wilayah timur Trans Jawa. Angka ini meningkat 72,1 persen dibandingkan lalu lintas normal (164.445 kendaraan).
Peningkatan volume kendaraan ini mengindikasikan tingginya animo masyarakat untuk mudik Lebaran tahun ini. Faktor-faktor seperti harga BBM, ketersediaan moda transportasi alternatif, dan kebijakan pemerintah tentunya mempengaruhi jumlah pemudik. Perlu dikaji lebih lanjut apakah peningkatan ini bersifat sementara atau tren yang terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Rekayasa Lalu Lintas One Way
Untuk mengurai kepadatan, petugas menerapkan rekayasa lalu lintas one way. Langkah ini merupakan diskresi pihak kepolisian. Penerapan one way diperpanjang dari KM 210 ruas Jalan Tol Palimanan-Kanci hingga KM 263 ruas Jalan Tol Pejagan-Pemalang pada pukul 18.30 WIB.
Rekayasa lalu lintas one way ini bertujuan untuk memperlancar arus mudik dan mencegah kemacetan yang lebih parah. Namun, penerapan one way juga memiliki dampak, seperti penumpukan kendaraan di titik tertentu sebelum jalur one way dimulai. Oleh karena itu, perlu adanya koordinasi dan evaluasi yang terus-menerus untuk meminimalisir dampak negatifnya.
Imbauan Kepada Pemudik
Ria Marlinda Paallo juga memberikan imbauan kepada pengguna jalan tol Trans Jawa: “Kami mengimbau pengguna jalan tol Trans Jawa untuk mengutamakan keselamatan, mempersiapkan diri sebelum memasuki perjalanan di jalan tol. Pastikan diri dan kendaraan dalam kondisi prima, memastikan kecukupan daya, BBM dan saldo uang elektronik, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan.”
Imbauan ini sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan mudik. Persiapan yang matang, termasuk pengecekan kondisi kendaraan dan ketersediaan bahan bakar, sangat krusial untuk menghindari masalah di tengah perjalanan. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan arahan petugas juga sangat penting untuk mencegah kecelakaan.
Selain imbauan tersebut, pihak terkait juga perlu meningkatkan sosialisasi mengenai jalur alternatif dan informasi lalu lintas real-time kepada pemudik. Hal ini dapat membantu pemudik untuk merencanakan perjalanan dengan lebih baik dan menghindari kemacetan. Pemantauan dan antisipasi terhadap potensi kemacetan di titik-titik rawan juga perlu dilakukan secara intensif.
Secara keseluruhan, kepadatan lalu lintas di Tol Japek menjelang Lebaran 2025 menunjukkan tantangan dalam manajemen lalu lintas di musim mudik. Koordinasi yang baik antara pihak kepolisian, pengelola jalan tol, dan instansi terkait sangat penting untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pemudik.