Putri Shasa Shabila, seorang asisten dosen muda di Program Studi Ekowisata, Sekolah Vokasi IPB University, merupakan sosok inspiratif yang mendedikasikan dirinya untuk pengembangan ekowisata di Indonesia. Latar belakang pendidikannya yang kuat di bidang ekowisata, dikombinasikan dengan pengalaman lapangan yang luas, menjadikannya aset berharga dalam dunia pendidikan dan praktik ekowisata.

Lahir di Sukabumi pada 18 Mei 2001, Putri telah menunjukkan minat terhadap alam dan destinasi wisata sejak kecil. Ketertarikan ini membawanya untuk menekuni studi Sarjana Terapan Ekowisata di IPB University. Perjalanan pendidikannya dimulai dari SDN Cisaat Gadis, SMP Mardi Waluya 2 Kota Sukabumi, hingga SMA Mardi Yuana Kota Sukabumi dengan jurusan IPA.
Selama masa kuliah, Putri aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan akademik dan non-akademik. Hal ini memperkaya pemahamannya tentang pariwisata berkelanjutan dan industri ekowisata secara menyeluruh. Partisipasinya dalam kegiatan ini menunjukkan dedikasi dan komitmennya yang tinggi terhadap bidang yang dipilihnya.
Perjalanan Akademik dan Pengalaman Lapangan
Pengalaman lapangan Putri sangatlah beragam dan berharga. Ia mengikuti Praktik Pengelolaan Ekowisata (PPE) di Baturraden Adventure Forest, Jawa Tengah, di mana ia terlibat langsung dalam perencanaan, pengawasan, dan pengelolaan kegiatan wisata alam. Pengalaman ini memberinya pemahaman praktis tentang operasional ekowisata.
Selain itu, Praktik Kerja Lapang (PKL) di Cikole Jayagiri Resort, Bandung Barat, semakin memperkaya keterampilannya dalam administrasi dan pelayanan wisata. Ia mengasah kemampuannya dalam pengelolaan front office dan pemanduan wisata, keterampilan penting dalam industri ini.
Pengalaman PPE dan PKL bukan hanya memberikan wawasan teoritis, tetapi juga membentuk keterampilan praktis yang sangat berguna dalam karier akademik dan profesionalnya. Keterlibatan langsung dalam operasional lapangan memberinya pemahaman mendalam tentang pentingnya perencanaan, manajemen, dan pengembangan ekowisata yang berkelanjutan.
Peran sebagai Asisten Dosen
Sejak Januari 2023, Putri bertugas sebagai asisten dosen di Program Studi Ekowisata. Peran ini menjadi batu loncatan berharga untuk mengembangkan wawasan dan keterampilannya, baik di bidang akademik maupun profesional.
Ia mengajar beberapa mata kuliah, termasuk Psikologi Wisatawan Ekowisata, Manajemen Akomodasi, Metode Interpretasi, dan Kelayakan Usaha Ekowisata. Meskipun awalnya merasa cemas, ia kini menikmati proses mengajar dan berinteraksi dengan mahasiswa.
Tantangan terbesarnya adalah menemukan cara yang tepat untuk berinteraksi dengan mahasiswa, menjaga komunikasi efektif dengan dosen dan asisten dosen lain, serta memastikan materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh mahasiswa. Ia terus berupaya mengembangkan metode pengajaran yang menarik dan interaktif.
Penelitian dan Pengembangan Ekowisata
Selain mengajar, Putri aktif dalam penelitian yang berfokus pada rekreasi satwa capung dan kupu-kupu di Kota Sukabumi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis dan jumlah individu capung dan kupu-kupu yang dapat dijadikan objek wisata edukatif.
Ia juga mengukur minat masyarakat, khususnya anak-anak usia 10-12 tahun, terhadap konsep rekreasi satwa tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam pengembangan ekowisata berbasis keanekaragaman hayati.
Putri melihat tren positif dalam perkembangan ekowisata di Indonesia, dengan meningkatnya destinasi wisata berbasis alam. Ia menekankan pentingnya pengelolaan ekowisata yang berkelanjutan untuk memastikan manfaat ekonomi dan lingkungan tetap terjaga.
Rencana Masa Depan dan Pesan untuk Mahasiswa
Putri berencana melanjutkan studi dan berkarier lebih jauh di bidang ekowisata. Ia berharap dapat terus berkontribusi melalui penelitian, pengajaran, dan keterlibatan dalam berbagai proyek ekowisata.
Ia memberikan pesan kepada mahasiswa yang tertarik dengan ekowisata untuk memahami dan menerapkan ilmu yang dipelajari. Peluang di bidang ini sangat luas, dan mahasiswa perlu memiliki wawasan yang luas serta keterampilan yang mumpuni untuk bersaing.
Bagi yang ingin menjadi asisten dosen, Putri menyarankan persiapan yang matang karena peran ini menuntut tanggung jawab, keahlian, dan kepercayaan diri. Meskipun penuh tantangan, menjadi asisten dosen adalah pengalaman berharga yang dapat menjadi batu loncatan untuk karier masa depan.
Putri menekankan pentingnya semangat belajar yang tinggi dan kesiapan menghadapi tantangan di dunia akademik. Dedikasi dan kerja kerasnya menjadi contoh bagi generasi muda yang ingin berkontribusi dalam pengembangan ekowisata berkelanjutan di Indonesia.
Penulis: Judith Kenyatta Assaf (Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University)