Vitamin D, nutrisi penting untuk kesehatan tulang dan sel tubuh, diperoleh secara alami dari sinar ultraviolet B (UVB) matahari. Namun, kelebihan vitamin D juga berisiko menimbulkan efek negatif. Berikut penjelasan detailnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dosis Vitamin D yang Dianjurkan

Seringkali kita fokus pada kekurangan vitamin D, namun kelebihannya juga perlu diperhatikan. Kelebihan ini umumnya terjadi karena konsumsi suplemen vitamin D dosis dalam jangka panjang.

Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan 15 mikrogram (mcg) vitamin D per hari untuk anak-anak dan orang dewasa. Lansia membutuhkan 20 mcg per hari. Untuk keamanan, konsumsi harian sebaiknya tidak melebihi 100 mcg.

Efek Kelebihan Vitamin D

Kelebihan vitamin D biasanya disebabkan oleh konsumsi suplemen dosis , bukan paparan sinar matahari berlebihan atau konsumsi makanan kaya vitamin D.

Berikut beberapa dampak kesehatan dari kelebihan asupan vitamin D:

Keracunan Vitamin D (Hipervitaminosis D)

Hipervitaminosis D terjadi ketika kadar vitamin D melebihi 100 nanogram per mililiter (ng/mL). Keracunan ini umumnya disebabkan oleh konsumsi suplemen berlebihan.

Gejalanya meliputi mual, muntah, dan sering buang air kecil. Peningkatan kadar kalsium dalam darah (hiperkalsemia) juga terjadi, menyebabkan penumpukan kalsium di tulang dan nyeri tulang.

Hiperkalsemia memaksa ginjal bekerja keras, berpotensi merusak fungsi ginjal dalam jangka panjang.

Mual, Muntah, dan Kehilangan Nafsu Makan

Kelebihan vitamin D dapat mengganggu pencernaan dan nafsu makan. Sebuah studi di *Nutrients* mengamati 10 orang yang mengonsumsi vitamin D dosis tinggi, empat orang mengalami mual dan muntah, tiga orang kehilangan nafsu makan.

Studi lain di jurnal *NTVG* melaporkan seorang remaja perempuan mengalami mual dan penurunan berat badan setelah mengonsumsi suplemen vitamin D 78 kali lipat tinggi dari dosis yang tertera pada label.

Gagal Ginjal

Asupan vitamin D berlebihan dapat menyebabkan gagal ginjal karena hiperkalsemia. Hiperkalsemia menyebabkan dehidrasi (sering buang air kecil) dan pengapuran ginjal.

Hiperkalsemia juga dapat menyempitkan pembuluh darah ginjal, mengurangi fungsi ginjal. Banyak penelitian mengaitkan cedera ginjal dengan keracunan vitamin D.

Sakit Perut, Sembelit, dan Diare

Sakit perut adalah efek umum dari kelebihan vitamin D, disebabkan oleh hiperkalsemia yang mengiritasi saluran pencernaan. Hal ini dapat memicu mual, muntah, atau ketidaknyamanan perut.

Hiperkalsemia juga mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit, menyebabkan sembelit. Efek ini sering terjadi jika mengonsumsi suplemen vitamin D dosis tinggi dalam jangka waktu lama.

Peningkatan Kalsium dalam Darah (Hiperkalsemia)

Konsumsi vitamin D berlebihan meningkatkan kadar kalsium darah. Kadar kalsium yang terlalu tinggi menyebabkan gangguan pencernaan, kelelahan, pusing, haus, dan sering buang air kecil.

Sebuah studi kasus di *Lakartidningen* melaporkan seorang pria tua dengan demensia yang mengonsumsi 50.000 IU vitamin D setiap hari selama 6 bulan mengalami peningkatan kadar kalsium darah hingga 13,2 – 15 mg/dl (normalnya 8,5 –10,2 mg/dl). Butuh setahun untuk menormalkan kadar kalsiumnya setelah menghentikan suplemen.

Pengeroposan Tulang

Meskipun vitamin D3 penting untuk penyerapan kalsium dan kepadatan tulang, kelebihannya dapat menyebabkan pengeroposan tulang. Beberapa peneliti berpendapat kelebihan vitamin D3 menurunkan kadar vitamin K2 dalam darah.

Vitamin K2 berperan penting menjaga kadar kalsium di tulang dan darah. Tinggi vitamin D3 dapat menghambat fungsi vitamin K2, meningkatkan risiko pengeroposan tulang.

konsumsi suplemen vitamin D berlebihan dan perbanyak makanan kaya vitamin K2 (misalnya produk susu). Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D untuk menentukan dosis yang tepat.

Ringkasan Efek Samping Kelebihan Vitamin D

Berikut ringkasan efek samping kelebihan vitamin D:

  • Keracunan vitamin D
  • Mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan
  • Gagal ginjal
  • Sakit perut, sembelit, dan diare
  • Peningkatan kalsium dalam darah (Hiperkalsemia)
  • Pengeroposan tulang
  • Meskipun hipervitaminosis D jarang, hati-hati dalam mengonsumsi suplemen. Konsultasi dokter sangat penting untuk menentukan dosis yang aman dan sesuai kebutuhan tubuh Anda.