INDObrita.com – Evandra Florasta, nama yang mulai mencuri perhatian di pentas sepak bola Indonesia, bersiap menuliskan babak baru dalam kariernya bersama Timnas U17 Indonesia.

Pemain berposisi gelandang itu membawa ambisi besar menatap Piala Asia U17 2025 Qatar. Berbekal pengalaman dari Piala Asia U20 2025 lalu, ia kini memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi.
Meski harus menghadapi lawan-lawan tangguh penghuni Grup C seperti Korea Selatan, Afghanistan, dan Yaman, ia mengaku tak gentar dan siap berjuang habis-habisan demi satu mimpi besar: membawa Indonesia ke Piala Dunia U17 2025.
“Kondisi saya sendiri mengikuti pemusatan latihan sangat baik dan kemarin dikasih cuti seminggu sama coach. Saya di rumah latihan juga, jadi saya gak kaget karena di rumah saya tetap jaga kondisi,” ujar pemain kelahiran Malang tersebut kepada INDObrita.com.
Kesempatan bermain di Piala Asia U17 kali ini menjadi momen penting yang tidak ingin disia-siakan.
Sebab, kegagalan di Piala Asia U20 2025 sebelumnya telah menjadi pelajaran berharga yang membuatnya semakin termotivasi untuk tampil lebih baik.
“Saya gak nyangka bisa ikutan dua kali. Saya akan berjuang mati-matian untuk bisa ke Piala Dunia,” imbuhnya.
Ia juga menyadari bahwa atmosfer persaingan di Piala Asia U17 kali ini akan jauh lebih sulit dibandingkan turnamen sebelumnya, seperti Kualifikasi Piala Asia atau Piala AFF.
Namun, dengan materi pemain yang semakin matang dan pengalaman yang terus bertambah, ia yakin Indonesia mampu menghadapi ketatnya persaingan dan tampil maksimal di setiap laga.
Ia juga memahami tingginya harapan masyarakat Indonesia terhadap Timnas U17.
“Kalau dari ekspektasi masyarakat, saya bilang ke anak-anak dari siang waktu meeting, jangan jadi beban. Enjoy aja, percaya diri, buat motivasi saja,” katanya.
Untuk itu selama menjalani pemusatan latihan, tim pelatih Timnas U17 Indonesia yang bawah komando Nova Arianto menerapkan aturan ketat terkait penggunaan media sosial. Termasuk sanksi tegas telah disiapkan bagi yang melanggar.
“Aturan larangan medsos bukan baru sekarang. Dari AFF itu setiap mulai TC tidak boleh aktif medsos, buat story, dan status sampai turnamen selesai,” ujar Evandra Florasta.
“Kalau melanggar bisa didenda Rp500 ribu, bahkan bisa dikeluarkan langsung. Tapi anak-anak gak ada yang melanggar, gak berani semua. Demi kebaikan bersama, saya juga gak berani,” pungkasnya.