Pemerintah telah melakukan restrukturisasi BUMN dengan mengalihkan kepemilikan saham sejumlah emiten kepada PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI. BKI bertindak sebagai holding operasional Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan sinergi antar BUMN.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berikut 14 BUMN telah mengalihkan saham seri B dan C ke Danantara, berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

1. BUMN Perbankan

Terdapat empat BUMN terlibat pengalihan saham ini.

BRI (BBRI) mengalihkan 80.610.976.875 saham atau 53,19 persen kepemilikannya.

BNI (BBNI) menyerahkan 22.378.387.749 saham, setara 60 persen dari total saham.

Mandiri (BMRI) mengalihkan 48.533.333.333 saham atau 52 persen kepemilikannya.

BTN (BBTN) menyerahkan 8.420.666.647 saham, mewakili 60 persen dari total saham.

2. BUMN Karya

Beberapa perusahaan konstruksi BUMN juga termasuk restrukturisasi ini.

Adhi Karya (ADHI) mengalihkan 64,33 persen sahamnya (jumlah saham spesifik tidak disebutkan laporan).

Jasa Marga (JSMR) menyerahkan 5.080.509.839 saham atau 70 persen kepemilikannya.

PT PP (Persero) (PTPP) mengalihkan 3.161.947.835 saham atau 51 persen sahamnya.

Wijaya Karya (WIKA) menyerahkan 91,018 persen sahamnya (jumlah saham spesifik tidak disebutkan dalam laporan).

3. BUMN Lainnya

Restrukturisasi juga melibatkan beberapa BUMN di sektor lain.

Danareksa (Persero) mengalihkan 18.332.899 saham atau 99,99 persen kepemilikannya.

Krakatau Steel (KRAS) menyerahkan 15.477.117.519 saham, setara 80 persen dari total saham.

Perusahaan Pengelola Aset (Persero) mengalihkan seluruh sahamnya (100%), bernilai Rp10.906.998.167.699.

Semen Indonesia (SMGR) mengalihkan 3.457.023.004 saham atau 51,20 persen kepemilikannya.

Telkom Indonesia (TLKM) menyerahkan 51.602.353.559 saham, setara 52,09 persen dari total saham.

Garuda Indonesia (GIAA) mengalihkan 59.038.124.402 saham atau 64,536 persen, terdiri dari 15.670.777.620 saham Seri B dan 43.367.346.782 saham Seri C.

Pengalihan saham ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan sinergi antar BUMN, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah perekonomian global. Meskipun beberapa informasi mengenai jumlah saham yang spesifik tidak tersedia, tingginya persentase saham yang dialihkan menunjukan komitmen pemerintah terhadap restrukturisasi ini.